Memperingati Hari Kartini
Rabu, 21 April 2010 13:50:08 - oleh : admin
"Hidup itu akan indah dan berbahagia apabila dalam kegelapan
kita melihat cahaya terang"
sepotong kalimat yang diucapkan R.A Kartini semasa hidupnya ini mampu
memberikan arti dan spirit tersendiri dalam perjuangan meraih persamaan dan
kesetaraan gender atau disebut juga emansipasi.
Siapa yang tidak kenal dengan R.A Kartini. Wanita kelahiran 21 April 1879 ini
merupakan
perintis perubahan bagi kaum wanita. Ia lahir dari keluarga bangsawan yang
berpikiran maju dan sosoknya yang cekatan, lincah, pintar, suka belajar dan
haus akan ilmu pengetahuan. Saat usia 7 tahun, ia bersekolah di Sekolah Kelas
Dua Belanda. Selain belajar di sekolah, ia juga kerap memperoleh pelajaran
Bahasa Jawa, memasak, menjahit, mengurus Rumah Tangga dan pelajaran agama di
rumahnya. Keluarganya sangat mengedepankan pendidikan. Sebagai seorang gadis
kecil yang lincah ia hanya berpikir mengenai sekolah dan bermain. Hingga suatu
hari seorang teman Belanda-nya bertanya mengenai cita-cita Kartini setelah tamat
sekolah. Ia mulai memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut sampai akhirnya
ia memikirkan untuk mengubah nasib kaum wanita di kemudian hari. Usia 12 tahun,
setelah tamat sekolah dasar, Kartini menjalani masa pingitan. Hidupnya berubah,
ia kesepian dan tidak boleh melanjutkan pendidikan. Hidupnya ibarat burung
dalam sangkar emas. Keluarganya yang memegang teguh
adat lama, tidak menyetujui keinginan Kartini yang menghendaki perubahan.
Kartini hanya bisa mencurahkan cita-cita perjuangannya dalam bentuk surat. Ia
rajin menulis surat kepada temantemannya di Belanda. Isinya mengandung
cita-cita yang luhur, terutama untuk mengangkat derajat wanita Indonesia.
Berkat surat-surat ini, tahun 1903 didirikan Sekolah Kartini Pertama di
Semarang. Dan di usia 25 tahun, R.A Kartini akhirnya menghembuskan nafas
terakhirnya.
Perjuangan R.A Kartini tidak serta merta didapatkan begitu saja, butuh proses
dan perjalanan panjang dalam menapakinya. Ketidaksetujuan keluarga ditambah
celaan sebagai penentang adat dan tradisi datang selama proses menuju
perubahan. Namun R.A Kartini tidak berhenti, ia tetap dengan pendiriannya untuk
melawan kebiasaan atau adat yang kuno dan kolot. Ia ingin agar wanita Indonesia
setara dengan pria, memiliki hak bukan hanya kewajiban dan juga bisa sejajar
dengan wanita-wanita dari Negara lain.
Untuk itulah, pada tanggal 21 April 2010, di SMP Negeri 5 Malang diperingati oleh segenap warga sekolah. Pada kesempatan ini pula, mulai dari Kepala Sekolah, Staff, Guru sampai dengan penjaga sekolah memakai busana kebaya bagi yang putri sedangkan pria memakai busana Jawa Timuran.
Tetapi makna dari peringatan ini adalah RA. Kartini mampu memberikan suatu perubahan bahwa kaum wanita juga mempunyai peran sama dengan kaum laki-laki, yang mana biasa kita sebut emansipasi. Mudah-mudahan tidak berhenti disini perjuangan RA Kartini, tetapi akan senantiasa diteruskan oleh Kartini - Kartini yang saat ini duduk dibangku sekolah. Semoga.
"Hidup itu akan indah dan berbahagia apabila dalam kegelapan
kita melihat cahaya terang"
sepotong kalimat yang diucapkan R.A Kartini semasa hidupnya ini mampu
memberikan arti dan spirit tersendiri dalam perjuangan meraih persamaan dan
kesetaraan gender atau disebut juga emansipasi.
Siapa yang tidak kenal dengan R.A Kartini. Wanita kelahiran 21 April 1879 ini
merupakan
perintis perubahan bagi kaum wanita. Ia lahir dari keluarga bangsawan yang
berpikiran maju dan sosoknya yang cekatan, lincah, pintar, suka belajar dan
haus akan ilmu pengetahuan. Saat usia 7 tahun, ia bersekolah di Sekolah Kelas
Dua Belanda. Selain belajar di sekolah, ia juga kerap memperoleh pelajaran
Bahasa Jawa, memasak, menjahit, mengurus Rumah Tangga dan pelajaran agama di
rumahnya. Keluarganya sangat mengedepankan pendidikan. Sebagai seorang gadis
kecil yang lincah ia hanya berpikir mengenai sekolah dan bermain. Hingga suatu
hari seorang teman Belanda-nya bertanya mengenai cita-cita Kartini setelah tamat
sekolah. Ia mulai memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut sampai akhirnya
ia memikirkan untuk mengubah nasib kaum wanita di kemudian hari. Usia 12 tahun,
setelah tamat sekolah dasar, Kartini menjalani masa pingitan. Hidupnya berubah,
ia kesepian dan tidak boleh melanjutkan pendidikan. Hidupnya ibarat burung
dalam sangkar emas. Keluarganya yang memegang teguh
adat lama, tidak menyetujui keinginan Kartini yang menghendaki perubahan.
Kartini hanya bisa mencurahkan cita-cita perjuangannya dalam bentuk surat. Ia
rajin menulis surat kepada temantemannya di Belanda. Isinya mengandung
cita-cita yang luhur, terutama untuk mengangkat derajat wanita Indonesia.
Berkat surat-surat ini, tahun 1903 didirikan Sekolah Kartini Pertama di
Semarang. Dan di usia 25 tahun, R.A Kartini akhirnya menghembuskan nafas
terakhirnya.
Perjuangan R.A Kartini tidak serta merta didapatkan begitu saja, butuh proses
dan perjalanan panjang dalam menapakinya. Ketidaksetujuan keluarga ditambah
celaan sebagai penentang adat dan tradisi datang selama proses menuju
perubahan. Namun R.A Kartini tidak berhenti, ia tetap dengan pendiriannya untuk
melawan kebiasaan atau adat yang kuno dan kolot. Ia ingin agar wanita Indonesia
setara dengan pria, memiliki hak bukan hanya kewajiban dan juga bisa sejajar
dengan wanita-wanita dari Negara lain.
Untuk itulah, pada tanggal 21 April 2010, di SMP Negeri 5 Malang diperingati oleh segenap warga sekolah. Pada kesempatan ini pula, mulai dari Kepala Sekolah, Staff, Guru sampai dengan penjaga sekolah memakai busana kebaya bagi yang putri sedangkan pria memakai busana Jawa Timuran.
Tetapi makna dari peringatan ini adalah RA. Kartini mampu memberikan suatu perubahan bahwa kaum wanita juga mempunyai peran sama dengan kaum laki-laki, yang mana biasa kita sebut emansipasi. Mudah-mudahan tidak berhenti disini perjuangan RA Kartini, tetapi akan senantiasa diteruskan oleh Kartini - Kartini yang saat ini duduk dibangku sekolah. Semoga.
Menu Pilihan
Digilib
Kategori Berita
kirim ke teman
versi cetak
Web :
Email : surat@smpn5-mlg.sch.id
YM : smpn5mlg
Jalan : W.R Supratman 12 Malang - 65111 - Jawa Timur Indonesia.
Telp : (0341)482713 Fax : (0341)482236
