Indonesia kian dekat dengan Teknologi 4G
Minggu, 12 Desember 2010 21:49:30 - oleh : admin
SMP Negeri 5 Malang - Kebutuhan data atau akses Internet semakin tinggi. Tak hanya di negara
maju, di negara-negara berkembang pun demikian, bahkan kebutuhannya
lebih besar karena berbanding sejajar dengan populasi penduduk yang
tidak sedikit.
Teknologi 4G, atau 4th-generation technology,
mengacu pada pengembangan teknologi telepon selular. 4G merupakan
pengembangan dari teknologi 3G. Biasanya teknologi ini disebut IEEE
(Institute of Electrical and Electronics Engineers) dengan istilah "3G
and beyond".
Lalu, apa kelebihan 4G? Sistem 4G dapat menyediakan
solusi IP yang komprehensif di mana suara, data, dan arus multimedia
dapat sampai pada pengguna kapan saja dan di mana saja, dengan rata-rata
kecepatan data lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
Terdapat
beberapa pendapat tentang 4G, di antaranya 4G akan menjadi sistem
berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai ketika teknologi kabel
dan nirkabel dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mbps dan
1Gbps.
Nantinya, setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor
IPv6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi Internet telephony
yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).
Anda pernah
mendengar istilah Worldwide Interoperability for Microwave Access atau WiMAX? Ya, itu adalah salah satu contoh teknologi 4G. Dikutip dari
Wikipedia.org, teknologi 4G WiMAX sendiri bisa dibagi tiga bagian
generasi, yaitu:
- WiMAX 16.d, atau sering disebut WiMAX nomadic dengan mobilitas terbatas hingga kecepatan 70 Mbps
- WiMAX 16.e, merupakan WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 144Mbps.
- WiMAX 16.m, WiMAX mobile dengan mobilitas tertinggi sementara ini hingga kecepatan 1Gbps.
Di
Indonesia, teknologi ini sudah coba diimplementasikan pada bulan Juni
silam oleh operator Firstmedia dengan merek dagang Sitra WiMAX.
Kabarnya, First Media menginvestasikan kocek sebesar 350 juta dollar AS
untuk mengembangkan layanan Internet nirkabel berkecepatan tinggi
berbasis teknologi Wimax hingga 10 tahun ke depan.
Sebagaimana
diketahui, Sitra WiMAX adalah bagian dari Lippo Group dan merek dagang
terbaru dari PT Firstmedia Tbk. Sitra WiMAX akan melayani 4G Wireless
Broadband pertama di Indonesia di daerah terpadat, yakni Jakarta dan
sekitarnya, sekaligus memiliki hak izin BWA termahal, termasuk di
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Propinsi Banten, Sumatera
Utara, dan Propinsi NAD.
Sitra WiMAX beroperasi pada spektrum
pita frekuensi 2.3 GHz dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan
transmisi lebih cepat yakni mencapai 75 Mbps. Layanannya dalam beberapa
waktu ke depan akan digelar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi,
dan Banten.
Sitra sendiri memenangkan tender Wimax untuk zona
Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Jabodetabek, dan Provinsi Banten.
Sitra Wimax sendiri sudah lolos uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen
Postel pada pertengahan Juni 2010.
Di samping WiMAX, ada
teknologi LTE (long-term evolution) yang juga merupakan bagian dari 4G.
Apa itu LTE? LTE disebut juga sebagai evolusi teknologi komunikasi
selular menuju jaringan broadband (pita lebar) IP secara menyeluruh
(end-to-end).
LTE merupakan pengembangan dari teknologi 3G yang
pada awalnya dari 3GPP 1, dikenal dengan nama R-8 (Release-8), yang
lebih difokuskan ke arah kecepatan transfer data yang lebih tinggi
ketimbang 3.5G. Kabarnya, maksimum kecepatan data transfer yang
ditawarkan mirip dengan WiMAX, yakni mencapai 100 Mbps (downlink).
Di
Indonesia, beberapa operator selular menggelar ujicoba implementasi
LTE. PT Telkomsel salah satunya. Ujicoba dilakukan sekitar akhir bulan
Juni silam. Pengujian dilakukan di tiga tempat yakni di Medan, Jakarta,
dan Denpasar.
Uji coba menggunakan frekuensi 700-1800 Mhz.
Telkomsel melibatkan beberapa vendor seperti Ericsson, Nokia Siemens
Network, Huawei, ZTE. Mereka juga melibatkan beberapa perguruan tinggi
seperti Institut Telkom, Institut Teknologi Bandung, dan beberapa
institusi pendidikan lain.
"Ya, intinya masih sebatas riset.
Karena kami pun menunggu kebijakan dari pemerintah," kata VP Corporate
Account Management Telkomsel, Aulia E Marinto, pada VIVAnews.com, Jumat
10 Desember 2010.
"Soal roadmap, jelas kita akan
mengimplementasikan LTE, karena ini sangat mendukung visi dan misi
perusahaan. Teknologi ini memungkinkan perusahaan melakukan lebih banyak
inovasi pada produk dan layanan. Namun, implementasinya tentu
berdasarkan analisa pasar dan kalkulasi bisnis, sehingga tepat sasaran,"
jelasnya.
Bagaimana hasil analisa pasar Telkomsel? "Belum sampai
tahap itu. Sampai saat ini, kami masih di tahap riset teknologi sejak
ujicoba bulan Juni lalu," ucap Aulia.
Selain Telkomsel, PT XL
Axiata Tbk (XL) pun berencana untuk mengantisipasi masuknya teknologi
LTE. Bekerja sama dengan PT Ericsson Indonesia, di bulan April silam,
anak perusahaan Axiata Group Berhad itu mengkaji persiapan ujicoba
teknologi LTE.
Ketika itu, Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi
menjanjikan ujicoba tersebut dilaksanakan pada semester II tahun 2010.
"Memang belum dilakukan, tapi sebelum akhir tahun kami akan uji coba,"
kata Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL, pada
VIVAnews.com.
"Jakarta akan menjadi wilayah pertama yang
merasakan uji coba teknologi LTE XL. Kami sudah mendapatkan izin dari
pemerintah. Pada dasarnya, kami hanya ingin mendemonstrasikan apa saja
benefit dari teknologi LTE dengan kecepatan akses data hingga 100 Mbps,"
tutur Ira.
Sementara itu, Teguh Prasetya, Head Brand Marketing
Indosat, mengatakan perusahaannya juga tengah mempersiapkan implementasi
LTE. "Modernisasi jaringan dan meningkatkan kapabilitas backbone dengan
software hingga setingkat LTE dapat dilakukan dengan ringkas. Industri
tinggal menunggu tanggal mainnya," ucap dia pada VIVAnews.com.
Namun,
diakui Teguh, Indosat masih terus melakukan ujicoba laboratorium
bersama vendor yang ditunjuknya sebelum memasuki fase komersialisasi.
"Tahun ini, kita terus eksplorasi teknologi LTE. Makanya, kalau tidak
ada rintangan seharusnya tahun depan, regulasi sudah siap, operator
siap, begitu pun konsumen. Kami di sisi operator cukup mudah, tinggal
menginstal software," tuturnya.(np)
sumber: vivanews.com
SMP Negeri 5 Malang - Kebutuhan data atau akses Internet semakin tinggi. Tak hanya di negara
maju, di negara-negara berkembang pun demikian, bahkan kebutuhannya
lebih besar karena berbanding sejajar dengan populasi penduduk yang
tidak sedikit.
Teknologi 4G, atau 4th-generation technology,
mengacu pada pengembangan teknologi telepon selular. 4G merupakan
pengembangan dari teknologi 3G. Biasanya teknologi ini disebut IEEE
(Institute of Electrical and Electronics Engineers) dengan istilah "3G
and beyond".
Lalu, apa kelebihan 4G? Sistem 4G dapat menyediakan
solusi IP yang komprehensif di mana suara, data, dan arus multimedia
dapat sampai pada pengguna kapan saja dan di mana saja, dengan rata-rata
kecepatan data lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
Terdapat
beberapa pendapat tentang 4G, di antaranya 4G akan menjadi sistem
berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai ketika teknologi kabel
dan nirkabel dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mbps dan
1Gbps.
Nantinya, setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor
IPv6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi Internet telephony
yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).
Anda pernah
mendengar istilah Worldwide Interoperability for Microwave Access atau WiMAX? Ya, itu adalah salah satu contoh teknologi 4G. Dikutip dari
Wikipedia.org, teknologi 4G WiMAX sendiri bisa dibagi tiga bagian
generasi, yaitu:
- WiMAX 16.d, atau sering disebut WiMAX nomadic dengan mobilitas terbatas hingga kecepatan 70 Mbps
- WiMAX 16.e, merupakan WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 144Mbps.
- WiMAX 16.m, WiMAX mobile dengan mobilitas tertinggi sementara ini hingga kecepatan 1Gbps.
Di
Indonesia, teknologi ini sudah coba diimplementasikan pada bulan Juni
silam oleh operator Firstmedia dengan merek dagang Sitra WiMAX.
Kabarnya, First Media menginvestasikan kocek sebesar 350 juta dollar AS
untuk mengembangkan layanan Internet nirkabel berkecepatan tinggi
berbasis teknologi Wimax hingga 10 tahun ke depan.
Sebagaimana
diketahui, Sitra WiMAX adalah bagian dari Lippo Group dan merek dagang
terbaru dari PT Firstmedia Tbk. Sitra WiMAX akan melayani 4G Wireless
Broadband pertama di Indonesia di daerah terpadat, yakni Jakarta dan
sekitarnya, sekaligus memiliki hak izin BWA termahal, termasuk di
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Propinsi Banten, Sumatera
Utara, dan Propinsi NAD.
Sitra WiMAX beroperasi pada spektrum
pita frekuensi 2.3 GHz dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan
transmisi lebih cepat yakni mencapai 75 Mbps. Layanannya dalam beberapa
waktu ke depan akan digelar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi,
dan Banten.
Sitra sendiri memenangkan tender Wimax untuk zona
Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Jabodetabek, dan Provinsi Banten.
Sitra Wimax sendiri sudah lolos uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen
Postel pada pertengahan Juni 2010.
Di samping WiMAX, ada
teknologi LTE (long-term evolution) yang juga merupakan bagian dari 4G.
Apa itu LTE? LTE disebut juga sebagai evolusi teknologi komunikasi
selular menuju jaringan broadband (pita lebar) IP secara menyeluruh
(end-to-end).
LTE merupakan pengembangan dari teknologi 3G yang
pada awalnya dari 3GPP 1, dikenal dengan nama R-8 (Release-8), yang
lebih difokuskan ke arah kecepatan transfer data yang lebih tinggi
ketimbang 3.5G. Kabarnya, maksimum kecepatan data transfer yang
ditawarkan mirip dengan WiMAX, yakni mencapai 100 Mbps (downlink).
Di
Indonesia, beberapa operator selular menggelar ujicoba implementasi
LTE. PT Telkomsel salah satunya. Ujicoba dilakukan sekitar akhir bulan
Juni silam. Pengujian dilakukan di tiga tempat yakni di Medan, Jakarta,
dan Denpasar.
Uji coba menggunakan frekuensi 700-1800 Mhz.
Telkomsel melibatkan beberapa vendor seperti Ericsson, Nokia Siemens
Network, Huawei, ZTE. Mereka juga melibatkan beberapa perguruan tinggi
seperti Institut Telkom, Institut Teknologi Bandung, dan beberapa
institusi pendidikan lain.
"Ya, intinya masih sebatas riset.
Karena kami pun menunggu kebijakan dari pemerintah," kata VP Corporate
Account Management Telkomsel, Aulia E Marinto, pada VIVAnews.com, Jumat
10 Desember 2010.
"Soal roadmap, jelas kita akan
mengimplementasikan LTE, karena ini sangat mendukung visi dan misi
perusahaan. Teknologi ini memungkinkan perusahaan melakukan lebih banyak
inovasi pada produk dan layanan. Namun, implementasinya tentu
berdasarkan analisa pasar dan kalkulasi bisnis, sehingga tepat sasaran,"
jelasnya.
Bagaimana hasil analisa pasar Telkomsel? "Belum sampai
tahap itu. Sampai saat ini, kami masih di tahap riset teknologi sejak
ujicoba bulan Juni lalu," ucap Aulia.
Selain Telkomsel, PT XL
Axiata Tbk (XL) pun berencana untuk mengantisipasi masuknya teknologi
LTE. Bekerja sama dengan PT Ericsson Indonesia, di bulan April silam,
anak perusahaan Axiata Group Berhad itu mengkaji persiapan ujicoba
teknologi LTE.
Ketika itu, Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi
menjanjikan ujicoba tersebut dilaksanakan pada semester II tahun 2010.
"Memang belum dilakukan, tapi sebelum akhir tahun kami akan uji coba,"
kata Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL, pada
VIVAnews.com.
"Jakarta akan menjadi wilayah pertama yang
merasakan uji coba teknologi LTE XL. Kami sudah mendapatkan izin dari
pemerintah. Pada dasarnya, kami hanya ingin mendemonstrasikan apa saja
benefit dari teknologi LTE dengan kecepatan akses data hingga 100 Mbps,"
tutur Ira.
Sementara itu, Teguh Prasetya, Head Brand Marketing
Indosat, mengatakan perusahaannya juga tengah mempersiapkan implementasi
LTE. "Modernisasi jaringan dan meningkatkan kapabilitas backbone dengan
software hingga setingkat LTE dapat dilakukan dengan ringkas. Industri
tinggal menunggu tanggal mainnya," ucap dia pada VIVAnews.com.
Namun,
diakui Teguh, Indosat masih terus melakukan ujicoba laboratorium
bersama vendor yang ditunjuknya sebelum memasuki fase komersialisasi.
"Tahun ini, kita terus eksplorasi teknologi LTE. Makanya, kalau tidak
ada rintangan seharusnya tahun depan, regulasi sudah siap, operator
siap, begitu pun konsumen. Kami di sisi operator cukup mudah, tinggal
menginstal software," tuturnya.(np)
sumber: vivanews.com
Menu Pilihan
Digilib
Kategori Berita
kirim ke teman
versi cetak
Web :
Email : surat@smpn5-mlg.sch.id
YM : smpn5mlg
Jalan : W.R Supratman 12 Malang - 65111 - Jawa Timur Indonesia.
Telp : (0341)482713 Fax : (0341)482236
